Rabu, 18 Maret 2015

8 Pemain bintang yang dituding tidak tahu diri

 Melakukan selebrasi mungkin hal yang wajar-wajar saja bagi pemain sepakbola yang berhasil mencetak gol. Namun apakah itu hal yang wajar jika mereka melakukan selebrasi pasca menjebol gawang mantan klubnya sendiri? Ya, sepertinya itu masih manusiawi.

Namun beberapa pihak menyebutnya sebagai 'pemain yang tidak tahu diri'. Mereka dianggap melupakan klub yang telah membesarkan namanya. Nah, kira-kira siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Frank Lampard

 Mantan bintang Chelsea, Frank Lampard dulunya pernah berkostum West Ham United. Bahkan Super Frank merupakan pemain jebolan akademi West Ham. Apa yang terjadi?

Kala masih membela Chelsea, pemain yang merumput bersama Manchester City tersebut melakukan selebrasi 'gila-gilaan' saat berhasil melesakkan gol ke gawang West Ham. Kontan saja, para fans The Hummers langsung mengolok-oloknya dari pinggir lapangan. Bahkan di akun Twitternya Lampard seakan mendapat banjir cemooh dari fans lawan. Uniknya, hal tersebut selalu dilakukan tiap kali dia berhasil menjebol gawang West Ham.

2.  Emmanuel Adebayor

Tidak akan ada yang pernah lupa dengan aksi selebrasi emmanuel Adebayor kepada Arsenal. Adebayor yang bermain untuk MAnchester City kala itu ikut mencetak gol kala timnya mengandaskan The Gunners dengan skor 4-2.

Usai mencetak gol, eks Arsenal tersebut berlari sepanjang lapangan dan mengakhirinya dengan duduk membentangkan tangan ke arah para fans Meriam London. Cacian yang keluar dari supporter seakan tak digubrisnya. Adebayor bangga melakukan selebrasi itu pada mantan klubnya sendiri.

3. David Luiz

Yang terbaru adalah aksi nyentrik bek PSG kala berhasil menjebol gawang Chelsea di leg kedua Liga Champions pekan lalu. Gol penyeimbang tersebut membuka kans PSG untuk lolos ke babak 8 besar. Tandukan pemain asal Brasil ini sukses memperdaya kiper Thibaut Courtois.

Dia berlari dengan berekspresi sangat bahagia sambil berteriak ke arah penonton. Anda pun tahu bahwa David Luiz merupakan mantan pemain Chelsea yang paling disukai dulunya.

Meski begitu, Luiz sudah meminta maaf atas tindakannya tersebut. "Ini malam yang bagus bagi saya karena bisa mencetak gol. Sebelum pertandingan, saya sudah mengatakan tidak akan melakukan selebrasi jika mencetak gol. Tapi saya tidak bisa mengendalikan emosi saya. Terima kasih Chelsea, saya juga meminta maaf atas selebrasi saya," terang Luiz kepada Sky Sports.

4. Danny Wlbeck

Laga Man United kontra Arsenal di babak per empat final yang dilangsungkan di Old Trafford tersebut berakhir dengan skor 1-2. The Gunners mencetak gol via Nacho Monreal dan Welbeck, sementara Setan Merah membalas melalui Wayne Rooney.

Gol Welbeck sendiri menjadi gol penentu kemenangan Arsenal di laga tersebut. Ia bahkan melakukan selebrasi usai mencetak gol tersebut. Hal itulah yang kemudian nampaknya tak bisa diterima oleh sejumlah oknum fans United.

Welbeck yang berstatus eks bintang United tersebut langsung mendapat ancaman pembunuhan via media sosial Twitter. Kendati demikian, penyerang 24 tahun tersebut ternyata mengungkapkan kalau dirinya masih seorang fan Manchester United.

"Saya masih fan mereka (Manchester United) dan rasanya sangat sulit menjadi orang yang mengeliminasi mereka dari turnamen." tuturnya pada BBC.

"Manchester United adalah klub yang berarti besar buatku." tutupnya.

5. Zlatan Ibrahimovic

Siapa yang tidak tahu tentang kebencian seorang Zlatan Ibrahimovic kepada mantan pelatihnya sendiri, Pep Guardiola? Ya, bahkan dia pernah terang-terangan mengatakan sangat membenci Pep kala dalam sebuah wawancara.

Bentuk kebenciannya ditunjukkan striker asal Swedia ini saat dia berseragam PSG dan berhasil menjebol gawang Barcelona yang masih ditangani Pep di ajang Liga Champions. Ibra melakukan selebrasi seakan menumpahkan amarah dan kepuasan pasca mencetak gol.

6. Wayne Rooney

Dia menghabiskan masa kecilnya di Everton, bahkan telah bergabung dengan tim muda Everton sejak usia 11 tahun. Dia membuat debut profesional pada tahun 2002 pada usia 16 tahun bersama klub tersebut.

Rooney juga mengklaim bahwa dirinya akan setia pada Everton. Dia menunjukkannya setelah mencetak gol di final FA Youth Cup dan berselebrasi menunjukkan kaos bertuliskan 'ONCE A BLUE ALWAYS A BLUE' atau yang berarti sekali biru selamanya tetap biru. Kontan saja, fans Everton sangat bahagia, setidaknya mereka memiliki klub dengan masa depan cerah bersama Rooney.

7. Carlos Tevez
  

Karena merasa segala sumbangsih yang diberikannya untuk Manchester United tak dihormati oleh Sir Alex Ferguson, Carlos Tevez dengan sengaja memilih hijrah ke Manchester City.

Kesempatan membalas dendam akhirnya datang dan Tevez berhasil memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya. Dalam kemenangan 2-1 atas United, Tevez yang mencetak kedua gol tersebut berselebrasi dengan menempelkan tangan ke telinganya, seolah ingin mendengarkan ocehan Fergie yang ada di bench.

8. Robin Van Persie

Robin van Persie adalah maskot sekaligus kapten Arsenal. Dia bermain sejak musim 2004-2005 setelah diboyong dari Feyenoord dengan nilai transfer 2,75 juta poundsterling.

Ia melalui musim yang luar biasa dengan Arsenal, bermain bersama bintang Thierry Henry dan menjadi tumpuan lini depan serta mesin gol bagi klub Arsenal semenjak hijrahnya Thierry Henry. Bersama Cesc Fabregas, Samir Nasri mereka pernah menjadi pemain sentral dan menakutkan di Arsenal berkat polesan manajer Arsene Wenger.